Udah lama ga nulis tentang aktivitas belajar memasak. Terus terang saja, sudah lama saya ingin berhenti dari belajar memasak. Tapi ternyata hobi ini sangat menyenangkan. Walaupun angka dalam timbangan badan bergeser ke kanan hari demi hari. Tapi hobi di dapur terlalu indah untuk ditinggalkan. Hobi lain? tidak semenarik ini. Sudah lama ga nulis, apakah berarti saya sudah bisa berhenti belajar masak? Jawabannya TIDAK. Walaupun memiliki aktivitas baru yang menyita waktu, ternyata, tetep aja susah berpaling dari dapur.
Berarti? Iya, walaupun tidak ditulis, selama ini saya masih terus belajar memasak. Tahu kenapa alasannya? Barangkali, beberapa tahun ke depan saya akan tinggal di Bandung. Membesarkan anak-anak di Bandung. Terbayang, betapa mahalnya aneka jajanan dan kue-kue yang sehat dan lezat di sana. Kalo jajanan pinggir jalan sih banyaknya bejibun. Tapi siapa yang bisa menjamin kehigienisan dan kandungan gizi di dalamnya? Kasihan suami dan anak saya nantinya, kalo ga bisa makan enak dan sehat. Maka, salah satu solusi adalah saya harus pintar memasak sendiri. Ini tekad saya.
Posting ini judulnya Parade Jajanan Nusantara. Karena beberapa hari ini saya belajar bikin kue-kue tradisional. Seperti Pukis, Rangin ato bandros alias kue pancong, bolu kukus, Bak pao (sebenernya ini makanan china ya), dll.
Selengkapnya akan saya ceritakan secara berseri menjadi sebuah parade
. Semoga saja saya bisa menulisnya dengan menarik.
Katanya