Dapur Nyonya Al Jupri

Tentang kegagalan

Dari mana datangnya pengalaman? Dari kegagalan-kegagalan yang pernah kita lakukan. Aih, rasanya kalimat itu tepat ya? Menghibur kegalauan orang-orang yang lagi gagal. Meskipun kekecewaan akibat kegagalan tetap perih. Tapi kalimat itu rasanya seperti siraman air yang menyejukkan. Kembali semangat, mencoba lagi. Kembali berharap, berusaha lagi. Membangun mimpi lagi, yang lebih indah. Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tulisan ini tentang kegagalan, yang kata orang adalah kesuksesan yang tertunda. Karena kesuksesannya tertunda, mari orang-orang gagal tetap terus berusaha sampai waktunya tiba, akan sukses. Anda setuju?

Tetapi bagi orang yang tidak pernah gagal, dia memiliki banyak pengalaman membanggakan. Pengalaman yang memukau untuk dipamerkan atau sekedar dikenang dan disimpan.  Kegagalan adalah tetap kegagalan. Bukan keberhasilan. Tidak ada yang tertunda dalam sebuah kegagalan saat ini. Waktu bukan tidak tepat untuk menangkap kesempatan. Tapi orang yang gagal lah yang tidak siap menangkap kesempatan itu. maka bagi orang sukses, setiap waktu adalah lecutan untuk terus meraih keberhasilan. Sepakat?

Kata orang gagal, dengan kegagalan kita bisa banyak belajar. Sebaliknya kata orang sukses, dengan banyak belajar kita bisa berhasil. Benar kan?

Bagi saya kegagalan, apapun itu sangat menyakitkan. Kekecewaan itu rasanya tidak bisa dibayar dengan apapun. Sebenarnya saya sedang ingin berbagi tentang pengalaman saya belajar memasak. Kegemaran baru saya ini memang sangat menyenangkan. Tiba-tiba saja saya suka memasak. Dimulai dari membayangkan makanan enak apa saja yang pernah saya makan. Mengingat-ingat rasanya dan menakar bahan-bahannya. Berselancar mencari resepnya. Kemudian mencoba. Aha, ini sangat mengasyikkan. Lalu saya mulai memasak menu makanan sehari-hari yang variatif. Berkenalan dengan macam-macam rempah-rempah yang sangat berlimpah di Negara Indonesia raya tercinta. Dan saya jadi tahu kenapa negara kita dulu dijajah, karena kita kaya akan rempah, dan makanan terlezat di dunia ada di Indonesia (eh, ngelantur).

Selain menu sehari-hari, saya juga sedang tertarik dengan kue-kue. tetapi saya tidak memiliki alat-alat untuk membuat kue. Tidak punya oven tidak punya mixer tidak punya loyang (cetakan). Haduh, lalu mau bikin kue apa? Kue beras yang ditumbuk itu (gendar)? Atau kue gemblong?😀. Tak ada rotan akarpun jadi. Tak ada oven kukus pun juga oke. Tak ada mixer, kocok pake tangan juga…. cape banget (alhamdulillah, akhirnya dikasih hadiah handmixer sama suami :D).  Akhirnya  saya browsing sana-sini, tentang resep kue-kue yang tidak perlu dioven.

Maka jatuh lah pilihan saya yang pertama untuk mencoba kue bikang. Dengan pertimbangan, bahan-bahannya sederhana. Mudah di dapat. Murah. Dan selera tradisional. Tapi alohaaa, seperti yang pernah saya ceritakan. Gagal total. Gimana mau mengembang, wong bikin adonannya ga diuleni. Hiks. Tak jadi bikang, jadilah puding yang kenyal-kenyal😛. Lalu, karena sedang punya banyak kentang, dan sedang bosan makan kentang sebagai sayuran. Akhirnya cari-cari resep donat kentang yang maknyuss itu. Dengan sangat percaya diri, dengan segenap tenaga, mulai lah perjuangan membuat donat. Jadi kah? Iya jadi, tapi entah kenapa donat jadi gosong sebelum matang sempurna. Hiks. Yang ketiga, mulai hati-hati, saya mulai membuat kue Zebra yang dikukus (Resep dari NCC). Hasilnya? Ketika membuka kukusan, taraaaaaaaaaa……. rasanya seperti sedang di atas panggung untuk memperoleh penghargaan dari Presiden. Berhasil berhasil (nyanyi-nyanyi ala Dora). Duh senengnyaaaaaa. Walaupun besoknya, ketika mengulanginya lagi, ga tahu kenapa malah bantat.

Lalu brownies kukus. Belajar membuat brownies kukus itu sudah sejak dulu saya cita-citakan. Saya pernah berjanji mau membuatkan brownies paling enak untuk suami saya. Brownies Amanda mah kalah,  Kartika Sari, lewat. Ini brownies Nyonya Al Jupri, Hehe😀.

Bagi saya membuat kue itu seperti mengharap sebuah keajaiban. Bagaimana tidak? Setelah adonan kita masukkan, kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam kukusan itu. kita hanya bisa harap-harap cemas, adonan yang tadinya bau telur, mentega dan tepung itu berubah harum. Mengembang lembut dan berasa kue. Jadi tentang kegagalan? adalah pengalaman yang semakin membuat kita pintar. ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: