Dapur Nyonya Al Jupri

Sayur Asem Sumbrah

 

Kata suami saya, sayur yang paling disukainya adalah sayur asem. Tapi bukan sembarang sayur asem. Tapi sayur asem khusus yang dibuat oleh Ibunya. Sumbrah, begitu suami saya menggambarkan rasa sayur asem bikinan Ibu mertua saya. Tahu sumbrah itu rasanya gimana? Bagi saya sumbrah merupakan kosakata baru dan susah menemukan padanan kata yang pas. Kalo didefinisikan secara luas mungkin segar, lezat dan bikin ketagihan.

Sebelum pernah merasakannya, saya begitu penasaran. Setelah merasakannya, malah semakin penasaran. Sayur asem ini beda dari semua sayur asem yang pernah saya makan sebelumnya. Penasaran resepnya, saya pun mengikuti Ibu mertua saya di dapur. Ternyata, tidak ada yang istimewa. Sekantong plastik sayuran yang berisi tangkil (biji melinjo), daun melinjo, jagung manis, kacang panjang, labu siam, daun salam, asem jawa, laos dan cabe rawit itu, dipotong-potong begitu saja dan dimasak dalam sepanci air ditambah garam dan sedikit gula. Udah.

So what? Saya juga bisa kalo cuma kayak gitu caranya. Eh, tapi kata suami saya tetep rasanya akan beda. Iya sih, mungkin karena sayur asem Ibu (mertua) saya itu diracik dengan kasih sayang.🙂

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: