Dapur Nyonya Al Jupri

Repost from FB Note 28 November 2011

Tadi sore adik ipar saya sms, minta resep brownies kukus. Bingung cara menyampaikannya, kalo lewat sms bisa sampe 7 sms berturut-turut. Ya udah, akhirnya dibikinin note aja di FB. Saya sudah beberapa kali bikin brownies kukus. Dengan berbagai macam resep. Coba-coba sih ceritanya. Dari yang bahan-bahannya mahal dan sulit di dapat di kampung, sampai yang bahan-bahannya sederhana dan ada di mana-mana. Tapi akhirnya, saya cocok dengan brownies kukus yang ekonomis dan praktis. Ga pake acara melelehkan mentega dan DCC (dark cooking chocolate). Cukup cemplang-cemplung dan rasanya lumayan deh. Lembut, nyoklat dengan lelehan meisyes di tengahnya. Berikut resepnya:

Bahan-bahan:

4 telur

175 gram gula

½ sendok makan emulsifier (di toko bahan kue mereknya Ovalet/ TBM/ SP/ apa aja).

100 gram terigu protein sedang (cap segitiga/ beruang biru)

45 gram coklat bubuk

75 ml susu kental manis (2 Sachet susu bendera coklat)

100 cc air

125 cc minyak sayur

Coklat meyses secukupnya

Petunjuk

  1. Kocok telur, gula sampai mengembang, masukkan emulsifier kocok sampe kental dan kaku berjejak.
  2. Masukkan terigu, coklat bubuk, aduk sampai tercampur rata ( pakai mixer ).
  3. Beri susu kental manis, aduk rata lagi.
  4. Masukkan air dan minyak, aduk rata lagi.
  5. Olesi loyang dengan minyak sayur sampai rata.
  6. Kukus 1/2 bagian adonan dan kukus 15 menit atau sampai matang.
  7. Taburi atasnya dengan coklat meyses
  8. Masukkan 1/2 bagian adonan sisa, kukus 30 menit.

Resep ini sumbernya dari milis Natural Cooking Club. Saya pilih karena bahan-bahannya mudah didapat, sederhana dan ekonomis. Cara membuatnya juga mudah. Rasanya ya lumayan mirip dengan brownies kukusnya Amanda😀. Kalo ingin rasanya lebih nyoklat pake coklat bubuk yang agak mahal (misalnya merek Van houtten, di Indomaret biasanya banyak). Yang perlu dicatat dalam membuat brownies kukus adalah:

  1. Biar ga bantet, kocok telur sampe benar-benar kaku. Tandanya ketika kocokan telur dicolek dengan jari, maka yang nempel di jari bentuknya runcing dan tetap. Kalo pake handmixer biasa (bukan heavy duty) sekitar 30 menit. Kalo dikocok pake tangan? Ga tahu bisa sampe kaku engga, yang ada tangannya yang kaku😀.
  2. Biar ga lembek di bawah, ketika mengaduk minyak sayur harus benar-benar rata (adonan jadi homogen, minyaknya menyatu tidak misah).
  3. Biar ga bantet, panaskan kukusan sampe beruap banyak sebelum adonan masuk ke dalam kukusan. Gunakan air secukupnya, jangan sampe didihan air mengenai loyang.
  4. Biar ga bantet, alasi tutup kukusan dengan serbet bersih, agar uap air tidak jatuh mengenai kue sehingga kue gagal berkembang dan permukaannya bergelombang.
  5. Gunakan api kecil ketika mengukus, api besar akan membuat bagian atas kue bergelombang.

O iya, adik ipar saya pernah nanya, emulsifier itu apa?

Emulsifier itu salah satu bahan kimia untuk tambahan pangan yang gunanya untuk mengikat cairan dengan telur sehingga kocokan telur tidak cepat turun ketika adonan harus nunggu untuk proses pematangan (kukus atau panggang). Emulsifier ini juga gunanya untuk membantu mempercepat kentalnya telur ketika dikocok.

Emulsifier sendiri bermacam-macam merek dan hanya beberapa yang mempunyai sertifikat halal dari MUI. Jadi kalo takut subhat dengan kandungan emulsifier ini, ga pake juga engga apa-apa.

Cuma, kalo tanpa emulsifier kuning telurnya butuh lebih banyak. Dan biar telurnya bisa mengembang dan kaku, mengocok telurnya sambil merendam baskom kocokan telur di dalam baskom yang lebih besar dengan air panas ketika mengocok.

Eh eh, gayanya udah kayak instruktur kursus aja😀. Begitu deh kira-kira. Soalnya, bukan ahli dalam bikin kue. Cuma pengalaman yang sedikit aja, ditambah hasil browsing-browsing dari berbagai sumber.

CMIIW yaa….

Comments on: "Brownies Ekonomis dan Praktis" (9)

  1. lasmana dewi said:

    aku dah coba sesuai resep dan caranya, tp knp jadi bantet y? pa karena pengaruh air yg dmasukkan k adonan? thx

  2. kalo resep ne bs d’panggang g? knp q kalo bkn bronkus selalu kempes y? mta saran a dunk

  3. Rika Astina said:

    Waaahhhh… Dah di coba kemarin ! Enaaakkkk… Makasih post nya kk’ !😀 (y) mudah bangeeettt. . .

  4. Minyak sayur itu yang bagaimana ya? Mohon dijawab🙂

  5. Klo emulsifier yang ada halalnya merk apa ya?

  6. Boleh ganti margarin ga minyaknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: